Fenomena Pasca Terjadinya Vulkanisme

Advertisement
Fenomena Pasca Terjadinya Vulkanisme


Vulkanisme adalah semua peristiwa yang berhubungan dengan magma yang keluar mencapai permukaan bumi melalui retakan dalam kerak bumi atau melalui sebuah pita sentral yang disebut terusan kepundan atau diatrema.Magma yang keluar sampai ke permukaan bumi disebut lava.Magma dapat bergerak naik karena memiliki suhu yang tinggi dan mengandung gas-gas yang memiliki cukup energi untuk mendorong batuan di atasnya.

Di dalam litosfer magma menempati suatu kantong yang disebut dapur magma. Kedalaman dapur magma merupakan penyebab perbedaan kekuatan letusan gunung api yang terjadi. Pada umumnya, semakin dalam dapur magma dari permukaan bumi, maka semakin kuat letusan yang ditimbulkannya. Lamanya aktivitas gunung api yang bersumber dari magma ditentukan oleh besar atau kecilnya volume dapur magma. Dapur magma inilah yang merupakan sumber utama aktivitas vulkanik.

Aktivitas Vulkanisme atau ekstruksi magma biasanya menghasilkan Gunung Berapi, tetapi bukan hanya Gunung Berapi saja, banyak juga Fenomena Pasca terjadinya Vulkanisme ini. Berikut ini adalah aktivitas yang terjadi akibat kegiatan vulkanisme atau ekstruksi magma:

  1. Sumbat Lava
    Kenampakan ini terjadi ketika lava yang padat dalam pipa vulkanik yang padam menjadi massa yang resistan. Beberapa waktu kemudian, bagian dari kerucut vulkanik yang terdiri atas materi yang kurang resistan menjadi lapuk dan terkikis, yang tertinggal hanya sumbat lava. Ukuran sumbat lava ini bisa sangat besar hingga menyerupai bukit. Salah satu contohnya yaitu Menara Setan di Wyoming, USA
  2. Geyser dan Mata Air Panas
    Di kawasan vulkanis, air tanah akan menjadi panas akibat energi kalor yang merambat dari dapur magma. Jika air tersebut keluar ke permukaan bumi perlahan, maka sering menyebutnya sebagai mata air panas. Namun jika air panas tersebut keluar dengan tenaga ekplosif dalam jangka waktu tertentu, maka kita sebut sebagai geyser.
  3. Kaldera dan Danau Kaldera
    Kaldera merupakan cekungan besar yang terdapat di pucuk gunung api akibat letusan besar. Apabila cekungan ini terisi oleh air hujan, maka akan terbentuk sebuah danau yang kita namakan sebagai danau kaldera.
  4. Plato Lava
    Fenomena plato lava terjadi karena lava yang sangat encer mampu menyebar membentuk hamparan lava yang sangat luas. Dalam waktu yang lama, lava encer tersebut akan membeku dan menumpuk membentuk suatu dataran tinggi yang kita namakan sebagai plato.
  5. Gunung Berapi
    Gunung berapi di Bumi terbentuk dikarenakan keraknya terpecah menjadi 17 lempeng tektonik utama yang kaku yang mengambang di atas lapisan mantel yang lebih panas dan lunak. Oleh karena itu, gunung berapi di Bumi sering ditemukan di batas divergen dan konvergen dari lempeng tektonik. Contohnya, di pegunungan bawah samudra seperti punggung tengah atlantik terdapat gunung berapi yang terbentuk dari gerak divergen lempeng tektonik yang saling menjauh, sementara di Cincin Api Pasifik terbentuk gunung berapi dari gerakan konvergen lempeng tektonik yang saling mendekat. Gunung berapi biasanya tidak terbentuk di wilayah dua lempeng tektonik bergeser satu sama lain.
Maaf, fasilitas komentar untuk Fenomena Pasca Terjadinya Vulkanisme ditutup untuk sementara. Pertanyaan, saran atau kritik silakan buka halaman Kontak.